A.
Media
a.
Pengertian media
Media berasal dari bahasa Latin yaitu
kata Medium (media, jamak, medium, tunggal) yang artinya secara harfiah ialah
perantara, penyampai, atau penyalur. Dilihat
dari fungsinya, media memang berkemampuan untuk menyimpan informasi, artinya
saluran pembawa pesan tersebut mampu dimanfaatkan pada saat-saat diperlukan,
tidak perlu harus langsung sebagaimana orang yang sedang berbicara.
b.
Jenis jenis media menurut sifatnya
Penggolongan media dari segi sifatnya
menurut Moh Ali Aziz dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu:
· Media
tradisional, yaitu berbagai macam seni pertunjukkan yang secara tradisional
dipentaskan di depan umum (khalayak) terutama sebagai sarana hiburan yang
memiliki sifat komunikatif, seperti ludruk, wayang, drama, dan sebagainya.
· Media
modern, yang diistilahkan juga dengan “media elektronika” yaitu media yang
dilahirkan dari teknologi. Yang termasuk media modern ini antara lain televisi,
radio, pers dan sebagainya.
c.
Jenis jenis media menurut karakteristik
Hafied Cangara menggolongkan jenis
media menurut karateristiknya menjadi empat macam yakni:
1. Media
antarpribadi, untuk hubungan perorangan (antarpribadi), maka media yang tepat
digunakan ialah kurir (utusan), surat dan telepon.
2. Media
kelompok, dalam aktivitas komunikasi yang melibatkan khalayak lebih dari 15
orang, maka media komunikasi yang banyak digunakan adalah media kelompok,
misalnya rapat, seminar dan konperensi.
3. Media
publik, kalau khalayak sudah lebih dari 200-an orang, maka media komunikasi
yang digunakan biasanya disebut media publik, misalnya rapat akbar, rapat
raksasa dan semacamnya.
4. Media
massa, jika khalayak tersebar tanpa diketahui di mana mereka berada, maka
biasanya digunakan media massa. Media massa adalah alat yang digunakan dalam
penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak (penerima) dengan menggunakan
alat-lat komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, radio dan televisi.
d.
Fungsi media
1. Pendidikan,
memberikan pengaruh-pengaruh pendidikan atau nilai-nilai yang baik kepada
masyarakat luas.
2. Sosial,
media akan memperluas pergaulan, memperluas pengenalan dan pemahaman tentang
orang, adat istiadat,cara bergaul dan segala sesuatu tentang daerah.
3. Ekonomis,
para pengusaha dan industriawan tidak segan-segan menyediakan anggaran biaya
yang cukup besar sebagai bagian integral dari usaha mengembangkan dan memajukan
perusahaannya.
4. Politis,
dalam politik pembangunan meliputi pembangunan fisik materil maupun pembangunan
mental sprituil.
5. Agama,
media meskipun bersifat hiburan juga membawa pesan-pesan dakwah yang akan menjalankan
fungsi keagamaan bagi khalayaknya.
B.
Kontrol Sosial
a.
Pengertian kontrol sosial
Kontrol sosial (pengendalian sosial)
merupakan pengawasan dari kelompok atau individu lain yang mengarahkan peran
indiviidu atau kelompok sebagai bagian dari masyarakat agar tercipta situasi
kemasyarakatan sesuai dengan harapan sosial, yaitu kehidupan sosial yang
kompormis. Upaya pencegahan atau penanganan
agar masyarkat tidak melakukan pelanggaran tata aturan, maka di dalam kelompok
masyarakat tersebut pasti terdapat seperangkat nilai dan norma tidak lain
adalah untuk mencegah atau mengurangi pelanggaran tata aturan. Inilah yang
disebut sebagai bentuk pengendalian sosial (Social control).
b.
Sifat-sifat pengendalian sosial
· Pengendalian
sosial preventif, tindakan pencegahan yang dilaksanakan oleh pihak berwenang,
agar kemungkinan terjadinya terhadap suatu kejadian atau pelanggaran yang tidak
diinginkan di masa depan tidak terjadi. Sifat
pengendalian preventif adalah segala bentuk pengendalian sosial yang berupa pencegahan
atas perilaku menyimpang (deviation) agar dalam kehidupan soaial tetap kondusif
(konformis).
· Pengendalian
sosial represif, suatu tindakan aktif yang dilakukan oleh pihak berwenang
terhadap seseorang atau kelompok yang sedang melakukan pelanggaran, sanksi yang
diberatkan adalah sesuai dengan tindakan pada pelaku pelanggaran, yang
berjutuan untuk memberikan efek jera terhadap mereka dan tidak mengulangi
kesalahan yang sama dikemudian hari.
c. Sanksi sebagai sarana kontrol sosial
Pada dasarnya, kotrol sosial merupakan lembaga sosial yang berperan melakukan pengendalian perilaku anggota masyarakat agar kehidupan sosial tetap dalam keadaan Komform. Akan tetapi, efektivitas dari peranan control sosial akan sangat tergantung pas efektivitas kekuatan sanksi yang dijatuhkan pada para pelanggar maupun pada kandidat pelanggar. Sanksi merupakan bentuk penderitaan, kerugian beban berat yang sengaja diciptakan oleh lembaga sosial untuk memaksa anggota masyarakat agar taat pada norma yang ada. Ada tiga sanksi yang digunakan di dalam usaha menciptakan tertib sosial diantaranya :
1. Sanksi
fisik, sanksi yang mengakibatkan penderitaan fisik pada pihak yang terbebani
sanksi tersebut, misalnya didera, dipenjara, diikat, dijemur dipanas matahari,
tidak diberi makan, dihukum mati, dan sebagainya.
2. Sanksi
psikologis, beban penderitaan yang dikenakan pada phak yang terbebani sanksi
dengan beban kejiwaan, seperti dipermalukan di muka umum, diumumkan
kejahatannya mereka di berbagai media massa sehingga aibnya diketahui oleh
khalayak, dicopot kepangkatannya di suatu upacara, dan sebagainya.
3. Sanksi
ekonomik, beban penderitaan yang dikenakan kepada pelanggar norma berupa
pengurangan benda dalam bentuk penyitaan dan denda, membayar ganti rugi, dan
sebagainya. (Elly M.,Setiadi, dkk : 2010: 258)
Kesimpulan
Media merupakan saluran pembawa pesan yang
mampu dimanfaatkan pada saat-saat diperlukan, tidak perlu harus langsung
sebagaimana orang yang sedang berbicara. menurut sifatnya ada media tradisional
dan media modern sedangkan menurut karakterstiknya ada media antarpribadi,
media kelompok, media publik, dan media massa. fungsi media sendiri yakni
sebagai media pendidikan, sosial, ekonomis, politis, dan media dakwah. Kontrol
sosial (pengendalian sosial) merupakan pengawasan dari kelompok atau individu
lain yang mengarahkan peran indiviidu atau kelompok sebagai bagian dari
masyarakat agar tercipta situasi kemasyarakatan sesuai dengan harapan sosial,
yaitu kehidupan sosial yang kompormis. Sifat-sifat pengendalian sosial ada
pengendalian sosial preventif dan pengendalian sosial represif, dan Sanksi
sebagai sarana kontrol sosial yakni: sanksi fisik, sanksi psikologis, dan
sanksi ekonomik.
Daftar Pustaka
Abdul, 2011. “ Media Komunikasi “. Diktat. Medan: IAIN Sumatera Utara
Setiadi, Elly M. Kolip Usman. 2010. Pengantar Sosiologi Pemahaman Fakta dan Gejala Permasalahan Sosial: Teori, Aplikasi, dan Pemecahannya
Mujaini. 2017. Apa Itu Persuasif, Represif, Preventif, Kuratif dan Koersif . http:// www.mujee.web.id/istilah/apa-itu-persuasif/ di akses/di Unduh 07-02-2018, 15:01 wita