Oleh:
Idha Mahendra Kusmiyanto (B95219102)
A.
Fakta
a.
Pengertian fakta
Fakta
adalah hal atau peristiwa yang benar-benar terjadi (Panuju, 2005; Suyono,
2007). Fakta merupakan sesuatu yang apa adanya, dengan kata lain fakta
merupakan potret tentang keadaan atau peristiwa. Fakta berisi informasi tentang
jumlah atau angka-angka, nama-nama, peristiwa, hari, dan tanggal yang merujuk
kepada kenyataan yang sebenarnya. Bentuk fakta berupa gambar, foto, data
statistik, tabel, peristiwa, dan grafik sedangkan sifatnya yaitu menunjukkan.
(Kussuji & Triningsih, 2010; Trianto, 2007)
b.
Macam macam fakta
Macam-macam
fakta dapat dibagi dalam kategori fakta benda, fakta peristiwa, fakta jumlah,
fakta waktu, dan fakta faktor penyebab (Suyono, 2007).
1. Fakta
benda yaitu fakta yang menjelaskan atau memberi keterangan pada suatu benda.
Fakta benda biasanya memuat sifat, perihal, kondisi atau situasi yang terjadi
pada seseorang, tempat, atau sesuatu.
2. Fakta
peristiwa yaitu fakta tentang suatu peristiwa sebagai mana adanya, misalnya
kebakaran, bencana alam, kecelakaan, pidato presiden, pertemuan besar. Adapun
peristiwa itu sendiri yaitu kejadian (hal, perkara, kejadian yang luar biasa
menarik perhatian, dan sebagainya) yang benar-benar terjadi.
3. Fakta
jumlah, biasanya dituliskan dengan angka atau bilangan. Adapun untuk
mengidentifikasi fakta jumlah dapat dilakukan dengan pertanyaan berapa.
4. Fakta
waktu, keterangan waktu yaitu keterangan yang menjelaskan berlangsungnya
sesuatu dalam waktu tertentu. Pengidentifikasian fakta ini dapat dilakukan
dengan pertanyaan kapan.
5. Fakta
faktor penyebab, mengungkapkan fakta tentang penyebab mengapa sesuatu itu bisa
terjadi atau berlangsung. Terdapat kata yang menunjukkan kata sebab, misalnya:
sebab, karena, oleh karena itu, dan sebagainya. Selain melihat dari kata-kata
yang digunakan dalam fakta ini dapat pula diidentifikasi dengan pertanyaan apa.
B.
Opini
a.
Pengertian opini
Opini
merupakan suatu sikap pikiran seseorang terhadap suatu persoalan. Opini atau pendapat
adalah segala hal yang diungkapkan seseorang berdasarkan pendirian atau sikap
yang diyakininya (Suyono, 2007). Pendapat pribadi dapat salah atau benar.
Pendapat seseorang juga dapat berbeda dengan pendapat lainnya. Suatu pendapat
akan makin mendekati kebenaran apabila ditunjang oleh fakta yang kuat dan
meyakinkan. opini berisi pandangan pribadi. Biasanya, opini menggunakan kata
lain sebagai ungkapan penilaian atau penafsiran pribadi terhadap fakta. opini
merupakan pikiran, anggapan, buah pemikiran atau perkiraan. Bentuknya berupa
saran, kritik, tanggapan, harapan, nasihat, dan ajakan. Secara umum ungkapan
opini tersebut mencakupi tiga dasar, yakni positif, negatif, dan netral (Kansal
& Toshniwal, 2014; Ojokoh & Kayode, 2012). Opini positif mengarah
kepada sikap setuju dan opini negatif mengarah kepada sikap tidak setuju yang
masing-masing memiliki skala tingkatan bobot daya kesetujuan (Ikhsan, 2019) sisi
relasi makna, opini selain memiliki hubungan dengan makna kesetujuan
(agreement), juga berhubungan dengan relasi konflik (conflict), pengekangan
(confinement), dan pembuktian (evidence).
b.
Macam macam opini
Macam-macam
opini meliputi tanggapan (kritik dan saran), harapan, nasihat, dan ajakan yang
menunjukkan ciri-ciri informasi opini. (Kussuji & Triningsih, 2010)
1. Opini
saran, saran merupakan salah satu bentuk dari opini jadi dapat dikatakan opini
saran yaitu opini yang berbentuk saran. Tujuan mengemukakan saran ialah agar
terjadinya pertimbangan atau peningkatan dari keadaan semula.
2. Opini
kritik, kritik merupakan salah satu bentuk dari opini jadi dapat dikatakan
opini kritik yaitu opini yang berbentuk kritik. Kritik adalah tanggapan yang
disertai dengan pertimbangan baik buruk terhadap suatu karya, pendapat,
tindakan, dan keadaan.
3. Opini harapan, harapan merupakan salah satu bentuk dari opini jadi dapat dikatakan opini harapan yaitu opini yang berbentuk harapan. Harapan yaitu keinginan terjadinya sesuatu. Biasanya didahului oleh ungkapan saya harap, saya berharap, mudah-mudahan, dan semoga serta dapat pula menggunakan konjungsi agar dan supaya.
Kesimpulan
Suatu
informasi harus disampaikan dengan teliti, ringkas, jelas, mudah dimengerti,
dan menarik. Kata teliti berarti informasi yang disampaikan harus benar,
akurat, dan tidak ada rekayasa berita. Kata ringkas dan jelas berarti
kalimat-kalimat yang digunakan tidak berteletele, kata-kata yang digunakan
tepat secara semantik dan gramatikal. Kata mudah dimengerti berarti para
pembaca tidak perlu buang energi mencari makna kata atau kalimat yang
digunakan. Kata menarik berarti berita yang disampaikan disusun dalam
kalimat-kalimat atau kata-kata yang menarik sehingga orang ingin membacanya. fakta
dan opini berfungsi saling melengkapi. Suatu pendapat akan makin mendekati
kebenaran apabila ditunjang oleh fakta yang kuat dan meyakinkan. Pengungkapan
sebuah fakta kadangkala perlu diperjelas dengan deskripsi yang berupa opini
(pendapat) pembicara atau penulis, demikian sebaliknya. Untuk mengungkapkan
opini perlu didukung oleh fakta-fakta sehingga opini dapat diterima oleh pendengar
atau pembaca.
Daftar pustaka
Panuju, R.
(2005). Panduan Menulis untuk Pemula. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Suyono. (2007).
Cerdas Berpikir Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta: Ganesa.
Kussuji, N. I.,
& Triningsih, D. E. (2010). Cakap Berbahasa Indonesia untuk Kelas IX
SMP/MTS. Jakarta: PT Intan Permai.
Trianto, A.
(2007). Pembahasan Tuntas Kompetensi Bahasa Indonesia untuk SMP Kelas VII.
Jakarta:Erlangga.
Ojokoh, B. A.,
& Kayode, O. (2012). A Feature-Opinion Extraction Approach to Opinion
Mining.Journal of Web Engineering, 11(1), 51–63.
Kansal, H.,
& Toshniwal, D. (2014). Aspect Based Summarization of Context Dependent
Opinion Words.Procedia Computer Science: 18th International Conference on Knowledge-Based
and Intelligent Information & Engineering Systems-KES 2014, 35(C), 166–175.
Ikhsan, M. K.
(2019). Word Expressions of Agreement and Disagreement Used by the Students in Speaking
Class. English Education Journal, 10(1), 112–127. https://doi.org/10.1192/bjp.111.479.1009-a
Tidak ada komentar:
Posting Komentar